Bandara Husein Sastranegara telah lama menjadi bagian dari sejarah penerbangan Kota Bandung, sejak masa kolonial Hindia Belanda hingga menjadi bandara domestik utama di kota ini. Pada akhir Oktober 2023, seluruh layanan penerbangan komersial dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, dan Bandara Husein Sastranegara hanya melayani pesawat propeller, penerbangan militer, serta aktivitas sekolah penerbangan. Kini, pemerintah pusat memastikan Bandara Husein akan kembali melayani penerbangan jet komersial secara penuh mulai 17 September 2026, dengan delapan rute utama yang telah dipastikan, di antaranya Denpasar, Medan, Makassar, dan Batam.
Urgensi reaktivasi ini tidak lepas dari kondisi ekonomi Jawa Barat yang tengah menunjukkan tren positif. Bank Indonesia mencatat perekonomian Jawa Barat tumbuh 5,85% (yoy) pada triwulan IV 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,39% (yoy) pada periode yang sama. Sepanjang 2025, ekonomi Jabar tumbuh 5,32% (yoy), didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta sektor industri pengolahan, transportasi, dan konstruksi. Momentum ini menjadi fondasi yang relevan bagi Bandung untuk memperkuat konektivitasnya melalui jalur udara.
Pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara dapat memberikan dampak positif dalam beberapa dimensi, salah satunya adalah dari sudut pandang properti. Untuk properti, terutama di Bandung, setiap peningkatan aksesibilitas turut mendongkrak nilai dan permintaan lahan di sekitarnya, sebagaimana terjadi pada wilayah rambatan pengembangan perumahan ke arah timur (Gedebage, Sukamanah, Rancaekek) yang mengikuti pembangunan jalan tol dan jalur kereta.
Kehadiran penerbangan langsung juga berpotensi mendorong sektor akomodasi jangka pendek dan ritel, mengingat Bandung telah mencatat lebih dari 17 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari–September 2025, meningkat sekitar 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Aksesibilitas udara yang lebih baik akan memperkuat daya tarik ini, khususnya bagi kawasan wisata seperti Lembang dan Dago yang selama ini mengandalkan konektivitas darat. Melalui pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara, waktu tempuh untuk menuju Bandung dari bandara terdekat menjadi lebih singkat.
Bagi investor dan developer, momentum ini layak dicermati sebagai sinyal awal pergeseran preferensi lokasi properti di Bandung, khususnya kawasan yang berdekatan dengan bandara dan koridor wisata. Selain properti, akses yang lebih mudah meningkatkan daya tarik bisnis pariwisata dan ritel yang berada di area Bandung.
Penulis : Zahraan Fauza Ardilla
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/bandung-potensi-investasi-properti-di-luar-jabodetabek/4552
https://kfmap.asia/blog/melirik-potensi-properti-di-bandung/1706
https://kfmap.asia/blog/kemana-arah-rambatan-pengembangan-perumahan-di-kota-bandung/1131
https://balikbandung.id/
https://travel.detik.com/
https://balikbandung.id/