Akses yang Semakin Terintegrasi, PIK dan PIK 2 Kian Menarik untuk Pengembangan Properti

星期五, 3 七月 2026

Konektivitas menjadi salah satu faktor utama yang menjadi daya tarik sebuah kawasan untuk pengembangan properti, dan hal ini semakin terlihat nyata di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan PIK 2.

Berdasarkan pemberitaan detikProperti, akses transportasi umum menuju kawasan ini kini semakin lengkap, mulai dari Transjakarta rute T31 dari Blok M, Royaltrans dari Halte Juanda-Istiqlal, hingga layanan JR Connexion TREX yang menghubungkan Sedayu City Suites dengan kawasan tersebut.

Shuttle Bus PIK2 beroperasi gratis setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan rute terbaru yang kini menjangkau Gerbang Pasadena PIK2, mempermudah masyarakat dari wilayah Salembaran, Teluknaga, dan Mauk untuk mengakses kawasan ini.

Integrasi transportasi ini juga mencakup akses dari luar kota. Shuttle APTrans PIK2 menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta langsung ke kawasan PIK2, sekaligus melayani rute menuju BSD, Bintaro, dan Lebak Bulus. Sementara layanan Cititrans menghadirkan rute langsung dari Bandung menuju Marketing Gallery PIK2 dan Tokyo Riverside PIK2.

Selain sisi transportasi harian, daya tarik kawasan turut diperkuat oleh statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak Maret 2024, dengan proyek Green Area dan Eco-City "Tropical Coastland" di PIK 2 yang mencakup lahan seluas 1.756 hektare dan estimasi investasi mencapai Rp65 triliun.

Peningkatan aksesibilitas dan status PSN ini sejalan dengan tren Transit-Oriented Development (TOD) yang terbukti mendongkrak nilai properti. Berdasarkan studi Asian Development Bank (ADB) tahun 2019 terhadap kawasan TOD di Jakarta, Bangkok, dan Manila, sebagaimana diungkapkan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, properti komersial dalam radius 700-800 meter dari stasiun transit tercatat mengalami kenaikan harga hingga 30%, sementara properti residensial di area yang sama naik sekitar 5%.

Sebaliknya, nilai properti di luar jangkauan kawasan transit justru mengalami penurunan, misalnya saja nilai sewa properti komersial turun hingga 15% dan residensial turun 8% dari harga eksisting. Pola ini mengindikasikan bahwa kemudahan akses transportasi menjadi variabel penting dalam keputusan investasi properti, tidak terkecuali bagi kawasan pengembangan seperti PIK dan PIK 2.

Dengan semakin terintegrasinya moda transportasi publik dan status strategis nasional yang dimiliki, PIK dan PIK 2 berpotensi menjadi kawasan pengembangan properti yang makin diminati investor maupun pengembang, baik untuk sektor hunian, komersial, maupun destinasi wisata terpadu ke depannya.

 

Penulis : Roki Abdillah

Sumber :

https://kfmap.asia/blog/potensi-pengembangan-properti-di-timur-jakarta/2576

https://www.detik.com/properti

https://www.kompas.com/

https://www.tempo.co/

返回博客
©INFRAMAP - KNIGHTFRANK 2026