Perkembangan perkotaan di Indonesia yang melaju pesat turut meningkatkan permintaan masyarakat terhadap hunian dan ruang-ruang komersial. Seiring juga dengan lahan yang semakin terbatas, sektor properti yang mencakup perumahan, komersial, dan industri menjadi aset langka yang bernilai tinggi dan terus tembuh meningkat. Dengan nilai yang terus meningkat setiap tahunnya, sektor properti menjadi sektor prospektif bagi masyarakat yang tertarik untuk mulai berinvestasi.
Berinvestasi pada saham properti cukup potensial dan menjanjikan, tetapi instrumen ini juga memiliki risiko yang tinggi. Sehingga, tidak semua saham pada sektor properti akan memberikan hasil yang selalu optimal. Untuk itu, calon investor perlu memahami dan mengidentifikasi kondisi finansial perusahaan. Pastikan sektor properti yang dipilih memiliki prospek yang positif dan pertumbuhan nilainya baik.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat beberapa emiten atau perusahaan properti yang melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di BEI untuk memberikan akses kepada publik untuk berinvestasi. Beberapa emiten properti yang memiliki aset dan nilai kapitalisasi pasar tertinggi di Indonesia antara lain adalah:
Berinvestasi pada saham properti membutuhkan modal yang lebih kecil daripada langsung membeli aset properti. Terlebih nominal pembelian dapat lebih fleksibel tergantung pembeli. Investasi pada instrumen ini juga bersifat lebih likuid, yaitu dapat dibeli dan dijual kapan saja pada hari bursa.
Meskipun begitu, investasi ini juga tidak terlepas dari risiko yang besar. Maka dari itu, calon pembeli disarankan untuk melakukan riset terhadap kondisi pasar dan emiten properti yang dituju untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kerugian besar.
Penulis: Pangripta Rahma
Sumber:
https://www.rumah123.com/
https://www.cnbcindonesia.com/
https://mstock.miraeasset.co.id/