Ekonomi Batam Q2 2026 Tumbuh 7,28%, Kontributor Terbesar Kepri

星期五, 11 九月 2026

Pada kuartal kedua tahun 2026, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif, yaitu pertumbuhan berkisar 7,28% (yoy), angka yang melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (tumbuh 6,99%) dan rata-rata nasional (tumbuh 5,29%). Kondisi tersebut diikuti dengan fakta, bahwa realisasi investasi di Kota Batam pada semester I tahun 2026 telah menembus Rp38,97 triliun atau mencapai 55,67% dari target akhir tahun, yaitu sebesar Rp70 triliun.

Pertumbuhan tersebut juga dicerminkan oleh kontribusi ekonomi Batam terhadap Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun 2026 mencapai Rp71,99 triliun atau setara 68,7% dari total PDRB Kepri. Nilai ini berada di atas PDRB kabupaten/kota lain di Provinsi Kepri pada periode yang sama, seperti Kabupaten Bintan (Rp13,40 triliun), Kabupaten Karimun (Rp7,46 triliun), dan Kota Tanjungpinang (Rp6,70 triliun). 

Kondisi ini tidak terlepas dari sejumlah sektor strategis di Batam yang turut menggerakkan dan mendominasi perekonomian Kepulauan Riau, di antaranya adalah sektor pengadaan listrik dan gas (kontribusi 95,6%), pengelolaan air dan limbah (kontribusi 90,1%), industri pengolahan (88,7%), serta jasa keuangan dan asuransi (kontribusi 85%). 

Jika dilihat lebih lanjut, PDRB Kota Batam pada kuartal kedua tahun 2026 ditopang oleh industri pengolahan dengan kontribusinya mencapai 57,24%. Di samping itu, 88,7% dari total kontributor industri pengolahan di Provinsi Kepulauan Riau berada di Kota Batam, yang merupakan penggerak utama dari aktivitas industri, utilitas, dan jasa modern di Kepri.

Sementara itu, catatan investasi yang ditunjukkan melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar Rp41,76 triliun atau 58% dari PDRB Kota Batam, tumbuh 42,15% (yoy). Selain industri pengolahan atau manufaktur, BP Batam juga mencatat sejumlah sektor jasa yang masif bertumbuh, seperti perdagangan besar dan eceran (tumbuh 17,28%), jasa pendidikan (tumbuh 11,41%), jasa perusahaan (tumbuh 10,75%), serta akomodasi dan makan minum (tumbuh 6,04%).

Di tengah angka-angka yang menunjukkan optimisme pada ekonomi Kota Batam, kondisi perdagangan luar negeri justru mencerminkan mixed signals. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat nilai ekspor pada bulan Juli 2026 mencapai US$ 1.755,62 juta, hanya meningkat 0,68% (yoy). Sementara itu, nilai impor melonjak 20,16% (yoy) menjadi US$ 1.763,77 juta, sehingga neraca perdagangan Batam di awal semester kedua tahun 2026 tercatat defisit sekitar US$ 8,15 juta.

Meski demikian, sepanjang bulan Januari hingga Juli 2026, kegiatan ekspor tetap menjangkau beberapa negara, seperti Amerika Serikat (mencakup 27,74%), Singapura (23,9%), dan India (9,92%). Sementara pada aktivitas impor, didominasi oleh produk yang berasal dari Tiongkok (40,54%), Taiwan (13,6%), dan Singapura (8,31%). Kondisi perdagangan luar negeri pada bulan Juli 2026 ini dapat menjadi tolok ukur dan memotivasi untuk mengejar produksi ekspor pada semester kedua tahun 2026 ke depan.

Kota Batam dengan pertumbuhan ekonominya di pertengahan tahun 2026 ini menunjukkan dirinya sebagai kontributor perekonomian terbesar bagi Kepulauan Riau. Meski begitu, masih ada beberapa tugas yang perlu dikerjakan, baik dari sisi produksi internal maupun peningkatan kualitas infrastruktur untuk pembangunan yang berkelanjutan.

 

Penulis : Ratih Putri Salsabila

Sumber : 

https://www.cnbcindonesia.com/

https://batamkota.bps.go.id/id/pressrelease/

https://m.antaranews.com/

https://bpbatam.go.id/

返回博客
©INFRAMAP - KNIGHTFRANK 2026