PMI Manufaktur Triwulan II 2026 Tercatat 51,43%, Masih di Zona Ekspansi

星期五, 24 七月 2026

Kinerja industri pengolahan Indonesia pada triwulan II 2026 tetap berada di jalur positif. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), PMI manufaktur atau Prompt Manufacturing Index BI (PMI-BI) tercatat sekitar 51,43%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I 2026 yang berada di angka 52,03%.

Meski demikian, angka ini masih berada di atas ambang 50%, sehingga sektor manufaktur nasional dinilai tetap konsisten berada di zona ekspansi, bukan berbalik arah ke fase kontraksi.

Mayoritas komponen pembentuk PMI-BI masih berada pada fase ekspansif, yaitu volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan volume total pesanan.

Volume produksi tercatat 53,81%, volume persediaan barang jadi 53,00%, sementara volume total pesanan berada di angka 52,77%. Di sisi lain, komponen kecepatan penerimaan barang input masih tertahan di zona kontraksi dengan indeks 47,46%, dan komponen tenaga kerja turut melemah ke level 48,65%, mencerminkan adanya tekanan di sisi rantai pasok dan penyerapan tenaga kerja meski produksi tetap tumbuh.

Dari sisi sublapangan usaha, sebagian besar sub-sektor sektor manufaktur masih ekspansif, dengan indeks tertinggi tercatat pada Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti Industri Pengolahan Tembakau, Industri Logam Dasar, serta Industri Alat Angkutan.

Untuk triwulan III 2026, kinerja industri pengolahan diproyeksikan sedikit menguat ke level 52,32%, sinyal bahwa perlambatan pada triwulan II 2026 bersifat sementara.

Konsistensi ekspansi manufaktur ini punya relevansi langsung terhadap sektor properti, khususnya kawasan industri. Aktivitas manufaktur yang stabil biasanya berbanding lurus dengan permintaan lahan industri dan fasilitas pergudangan, mengingat kabupaten/kota dengan kontribusi PDRB manufaktur tinggi seperti Karawang, Bekasi, dan Cilegon juga dikenal sebagai basis kawasan industri utama di Indonesia.

Sektor manufaktur kerap disebut sebagai penggerak ekonomi (economic generator) yang memberi dampak tetesan ke berbagai sektor lain, termasuk properti industri dan logistik.

Dengan tren ekspansi sektor manufaktur yang terus bergerak, pelaku investasi industri disarankan untuk tetap mencermati pergerakan komponen produksi dan pertumbuhan pasar sebagai indikator awal arah permintaan lahan industri yang akan bergulir di masa-masa kedepan.

 

Penulis : Roki Abdillah

Sumber :

https://kfmap.asia/blog/kota-kota-dengan-potensi-sektor-manufaktur-prospektif-di-indonesia/2786

https://www.kemenperin.go.id/

https://www.bi.go.id/

https://www.kompas.com/

https://www.cnbcindonesia.com/

https://tirto.id/

返回博客
©INFRAMAP - KNIGHTFRANK 2026