Perubahan iklim yang ekstrem tidak hanya memengaruhi kesehatan dan aktivitas harian, tetapi juga membentuk cara manusia merancang hunian dan infrastruktur kota.
Di Kanada, musim dingin yang keras selama puluhan tahun mendorong lahirnya salah satu inovasi urban paling unik di dunia, yaitu kota bawah tanah atau underground city, yang kini menjadi rujukan penting dalam perencanaan properti dan tata kota di wilayah beriklim ekstrem.
Contoh paling terkenal adalah RESO di Montreal, yang mulai dibangun pada 1962 di bawah kompleks Place Ville Marie. Berdasarkan data Tourisme Montréal, jaringan bawah tanah ini kini membentang sepanjang 32 kilometer dan mencakup area sekitar 12 kilometer persegi di pusat kota.
RESO menghubungkan 10 stasiun metro, 2 terminal bus, sekitar 1.200 unit perkantoran, hampir 2.000 unit ritel, dan sekitar 1.600 unit hunian, dengan hampir 500.000 orang menggunakannya setiap hari, terutama saat musim dingin.
Kebutuhan akan konektivitas tertutup ini tidak lepas dari kondisi iklim Montreal, dengan suhu musim dingin yang kerap turun di bawah minus 10 derajat Celsius dan bisa mencapai minus 30 derajat Celsius dengan hembusan angin, disertai curah salju tahunan sekitar 200 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat konektivitas bawah tanah menjadi solusi properti yang menjaga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tetap berjalan sepanjang tahun.
Pola serupa terlihat di Toronto melalui jaringan PATH, yang menghubungkan lebih dari 70 gedung perkantoran sepanjang 30 kilometer dengan luas ruang ritel mencapai 371.600 meter persegi dan lebih dari 1.200 gerai.
Jaringan ini digunakan oleh sekitar 200.000 orang setiap hari kerja, sekaligus berperan sebagai pelindung dari musim dingin yang membekukan maupun musim panas yang lembap dan menyengat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa desain bangunan dan perencanaan kota yang responsif terhadap iklim dapat menjadi nilai tambah bagi sebuah aset properti, baik dari sisi kenyamanan penghuni maupun daya tarik investasi.
Prinsip tersebut juga sejalan dengan tren global di sektor properti yang semakin mempertimbangkan efisiensi energi dan adaptasi terhadap kondisi iklim dalam perancangan bangunan, meskipun penerapannya dapat berbeda sesuai dengan karakteristik iklim di setiap wilayah.
Bagi pelaku industri properti, kasus Underground City di Kanada menjadi pengingat bahwa iklim bukan sekadar faktor eksternal, melainkan variabel utama yang membentuk pilihan hunian, ruang komersial, dan infrastruktur kota. Semakin ekstrem tantangan iklim di suatu wilayah, semakin besar pula peran inovasi desain dalam menentukan nilai dan keberlanjutan sebuah properti di masa depan.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/langkah-sektor-properti-dalam-mengurangi-emisi-karbon/2596
https://www.globalpropertyguide.com/
https://www.mtl.org/
https://montrealca/
https://www.toronto.ca/