Kinerja investasi nasional pada kuartal II 2026 menunjukkan akselerasi yang konsisten. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang April hingga Juni 2026 mencapai Rp511,8 triliun, mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,1 persen secara tahunan dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 742.293 orang.
Apabila dibandingkan dengan performa kuartal I 2026 yang membukukan angka Rp498,8 triliun, terdapat peningkatan investasi sebesar Rp13 triliun dalam periode satu kuartal. Capaian ini secara akumulatif mendongkrak porsi realisasi target investasi tahunan dari 24,4 persen menjadi 49,5 persen.
Tren positif tersebut menegaskan bahwa iklim investasi tetap terjaga stabilitasnya, bahkan di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global yang menuntut ketangkasan adaptasi dari para pelaku pasar dan pembuat kebijakan. Stabilitas ini mencerminkan mekanisme penanaman modal yang terus berakselerasi dalam menghadapi volatilitas ekonomi dunia, dengan proporsi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat 50,4 persen, berdampingan secara proporsional dengan investasi domestik yang mencapai 49,6 persen.
Kuartal ini juga mencatat sejumlah pergeseran yang signifikan. Dari sisi lokasi PMA, Maluku Utara melesat ke posisi pertama dengan Rp39,5 triliun, mengungguli DKI Jakarta dan Jawa Barat, buah dari derasnya proyek hilirisasi mineral di wilayah tersebut. Pada saat yang sama, bauksit dengan investasi Rp40,1 triliun untuk pertama kalinya menggeser nikel sebagai komoditas hilirisasi bernilai terbesar, sementara Hong Kong (US$5 miliar) memimpin PMA untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Total investasi hilirisasi kuartal II sendiri mencapai Rp152,7 triliun atau 29,8 persen dari seluruh realisasi, dengan 75,9 persen berlokasi di luar Jawa.
Klaster perumahan, kawasan industri, serta perkantoran secara konsisten mempertahankan posisinya dalam jajaran lima besar sektor unggulan, baik melalui kontribusi PMA (Rp14,9 triliun) maupun PMDN (Rp22,9 triliun). Secara signifikan, penanaman modal oleh investor domestik yang mencapai hampir dua kali lipat dari porsi asing menegaskan optimisme kuat pelaku pasar lokal terhadap fundamental sektor properti di Tanah Air.
Sementara itu, performa sektor transportasi, pergudangan, serta telekomunikasi yang mencatat angka Rp57,3 triliun (11,2 persen) terus memicu meningkatnya kebutuhan akan properti logistik dan fasilitas distribusi modern, khususnya di sepanjang koridor ekonomi utama Jawa.
Tercapainya hampir setengah dari target investasi menunjukkan progres kuat Indonesia dalam memenuhi realisasi investasinya, Sebaran wilayah investasi juga menunjukkan momentum pemerataan peluang investasi properti di Indonesia, dari properti logistik di koridor Jawa hingga ekosistem hunian dan komersial di kawasan hilirisasi luar Jawa.
Penulis : Zahraan Fauza Ardilla
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/realisasi-investasi-kuartal-iv-2025-sinyal-positif-untuk-pasar-properti/4668
https://kfmap.asia/blog/realisasi-investasi-kuartal-iii-2025-dan-peran-sektor-properti-dalam-pertumbuhan-ekonomi-nasional/4468
https://kfmap.asia/blog/ini-alasan-indonesia-menarik-di-mata-investor-asing/3400
https://www.bkpm.go.id/