Penataan Jalan H.R Rasuna Said: Transformasi Complete Street dan Peningkatan Nilai Aset

星期五, 3 七月 2026

Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-499 diwarnai dengan keberhasilan proyek transformasi sarana dan prasarana transportasi. Sehari sebelum puncak acara HUT DKI Jakarta, Gubernur Provinsi DKI Jakarta meresmikan penataan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said di Kuningan, Jakarta Selatan. Peresmian tersebut sekaligus mengakhiri keberadaan tiang monorel yang terbengkalai selama sekitar dua dekade dengan sebuah kawasan baru yang lebih rapi, tertata, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. 

Proyek penataan kawasan sepanjang 3,8 kilometer ini dimulai pada Januari 2026 dengan diawali oleh pembongkaran 109 tiang pancang eks-proyek monorel yang membelah ruas jalan. Pembersihan tiang pancang tersebut memberikan keleluasaan ruang bagi revitalisasi koridor jalan yang lebih inklusif dan terintegrasi.

Melansir informasi dari situs web Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, proyek penataan kawasan ini mengusung konsep complete street dengan perencanaan dan desain jalan yang memastikan akses aman bagi seluruh pengguna jalan secara setara, meliputi pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi umum, hingga penyandang disabilitas. 

Dengan alokasi anggaran mencapai Rp91 miliar, pemerintah merancang trotoar yang jauh lebih lapang dengan lebar mencapai 4-7 meter. Tidak hanya luas, trotoar ini juga dilengkapi dengan guiding block yang membantu mobilitas penyandang disabilitas. Di malam hari, deretan lampu jalan yang tersebar merata memberikan pencahayaan optimal sehingga pejalan kaki tetap merasa aman saat melintas. Gabungan berbagai fasilitas ini membuat jalur pedestrian di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Peresmian penataan kawasan Jalan H.R Rasuna Said juga menandai diaktifkannya kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) setiap Minggu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Kini, kawasan yang didominasi oleh koridor perkantoran ini memiliki fungsi lain sebagai ruang interaksi dan aktivitas olahraga masyarakat.

Transformasi kawasan Jalan H.R Rasuna Said menghadirkan stimulus positif bagi para pemangku kepentingan di sektor properti. Koridor jalan yang berada dalam wilayah Kuningan selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan CBD di Jakarta dengan dominasi gedung perkantoran dari berbagai sektor. Kehadiran fasilitas pedestrian yang inklusif dan terintegrasi secara langsung akan meningkatkan aksesibilitas perjalanan antargedung.

Peningkatan kemudahan aksesibilitas ini berpotensi mengerek tingkat kunjungan pejalan kaki secara konsisten dari para pekerja komuter. Kondisi tersebut dapat memberikan peluang bagi penambahan area komersial meliputi ritel, restoran, dan pusat gaya hidup di lantai dasar gedung perkantoran dengan dinding yang terbuka ke jalur pedestrian (active frontage).

Selain itu, para pemilik aset dan pengelola properti perlu merumuskan strategi tata letak ruang yang presisi. Area depan atau lobi gedung dapat dihubungkan langsung dengan jalur pedestrian tanpa pagar pembatas. Langkah ini penting guna memaksimalkan potensi pengunjung area komersial di lantai dasar gedung perkantoran dari pejalan kaki yang melintas.

Penerapan konsep complete street pada penataan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said bukan sekadar upaya peningkatan estetika ruang perkotaan. Proyek ini merupakan bentuk revitalisasi kawasan dengan infrastruktur pedestrian yang inklusif dan terintegrasi serta mampu meningkatkan nilai aset properti di sekitar koridor jalan.

 

Penulis : Mu’amar Khadafi

Sumber : 

https://kfmap.asia/blog/mengenal-active-frontage-strategi-pemanfaatan-jalur-pedestrian-di-kawasan-komersial/2375

https://beritajakarta.id

https://binamarga.jakarta.go.id

https://news.detik.com

https://smartcity.jakarta.go.id

返回博客
©INFRAMAP - KNIGHTFRANK 2026