Energi, Menjadi Simpul yang Memperkuat

星期五, 19 十二月 2025

Dalam beberapa dekade terakhir, korporasi properti senantiasa mempertimbangkan tiga hal untuk pengembangan bisnisnya, yaitu: lokasi para talent berada, lokasi sebaran pelanggan, dan tingkat harga yang berlaku. Namun, saat ini pertimbangan tersebut bertambah, yaitu ‘di mana sumber energi berada?’.

Energi menjadi faktor penentu utama dalam strategi real estat korporasi saat ini. Dengan perkembangan AI, sektor pertahanan, dan industri hijau akan berkonvergensi dalam mendorong lonjakan permintaan energi yang belum pernah terjadi sebelum ini.

Kemampuan untuk mengembangkan AI akan sangat bergantung pada kemampuan untuk mengamankan pasokan energi. Terlebih dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, maka lokasi sumber energi menjadi salah satu poin penting keberlanjutan bisnis. Sejalan dengan itu, untuk menuju keseimbangan lingkungan hidup, transisi menuju green development juga berkembang semakin nyata, tidak lagi sebagai opsi tapi kebutuhan.

Atas tren yang mulai tumbuh ini, maka akan muncul premi nilai bagi lokasi-lokasi dengan pasokan energi yang andal dan aman. Tahun ini bukanlah tahun dengan tantangan yang terselesaikan, melainkan tahun dengan tantangan yang menjadi semakin nyata dan krusial.

Seiring dengan pertumbuhan tren di atas, transisi industri hijau tumbuh menjadi komitmen bersama yang akan mulai diperhitungkan di tahun 2030, untuk itu upaya seperti akselerasi investasi pada pabrik kendaraan listrik, fasilitas baterai, dan manufaktur teknologi bersih (clean-tech) menjadi strategi yang nyata. 

Pertumbuhan AI diperkirakan akan membutuhkan konsumsi energi yang besar. Bagi korporasi real estat (CRE), hal ini perlu disiasati dengan penempatan pabrik dan pusat riset yang mengarah ke wilayah yang memiliki pasokan energi terbarukan, serta kebijakan zonasi yang mendukung.

Memang, pada akhirnya keterkaitan (nexus) antara energi dan industri properti akan menjadi tidak terelakkan dan saling memperkuat, meski demikian transisi hijau perlu dipastikan bergulir dengan baik. 

Energi, menjadi simpul, di tengah adaptasi terhadap pola penggunaan energi untuk percepatan pengembangan teknologi berbasis AI untuk mendorong pertumbuhan industri lebih produktif, dan upaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup dengan transisi pembangunan hijau untuk meminimalkan penggunaan energi dalam operasional bangunan/properti.

 

Penulis : Syarifah Syaukat

Sumber :

https://www.knightfrank.com/research/report-library/balancing-acts-corporate-real-estate-in-2026-2026-12568.aspx

返回博客
©INFRAMAP - KNIGHTFRANK 2026