Sambut Lebaran, Masyarakat Ramai-ramai Percantik dan Renovasi Rumah

星期三, 18 三月 2026

Momentum Idul Fitri 1447 Hijriyah tidak hanya mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, tetapi juga memicu aktivitas renovasi rumah di berbagai daerah. Menjelang Lebaran, tren pembaruan hunian dan pembelian perlengkapan rumah tangga terlihat semakin meningkat, yang pada akhirnya turut menggerakkan sektor properti, bahan bangunan, hingga industri furnitur.

Hari Raya Idul Fitri tahun ini diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026. Seiring dengan semakin dekatnya waktu perayaan, masyarakat mulai disibukkan dengan berbagai persiapan. Tidak hanya kebutuhan konsumsi seperti makanan dan pakaian Lebaran, pembenahan kondisi rumah juga dilakukan, terutama untuk menyambut keluarga yang datang saat momen silaturahmi.

Tradisi mempercantik rumah menjelang Lebaran sebenarnya telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Aktivitas yang dilakukan pun beragam, mulai dari membersihkan rumah secara menyeluruh, mengecat ulang dinding, mengganti perabot lama, hingga melakukan renovasi besar seperti memperluas bangunan atau memperbarui desain interior agar lebih modern dan nyaman.

Fenomena ini juga berkaitan erat dengan momen mudik. Banyak perantau yang pulang ke kampung halaman memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbaiki rumah keluarga agar lebih layak huni. Tidak sedikit pula yang mulai berinvestasi dalam bentuk renovasi rumah orang tua atau bahkan membangun hunian baru sebagai persiapan jangka panjang.

Beberapa tren desain hunian yang diprediksi populer selama Ramadan meliputi design reimagined, quiet luxury, tactile minimalism, hingga biophilic performance. Selain itu, konsep value-driven design juga semakin diminati karena mengedepankan efisiensi biaya tanpa mengorbankan kualitas material yang digunakan.

Secara finansial, rencana renovasi atau pembaruan rumah turut didukung oleh Tunjangan Hari Raya (THR). Sekitar 55% masyarakat memanfaatkan dana tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran. Tidak hanya untuk konsumsi, THR juga digunakan untuk membeli perabot rumah tangga hingga bahan bangunan, sehingga turut mendorong aktivitas pembenahan hunian menjelang hari raya.

Meningkatnya aktivitas renovasi ini memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor terkait. Permintaan terhadap bahan bangunan seperti semen, cat, keramik, hingga kayu mengalami kenaikan. Selain itu, penjualan furnitur, dekorasi rumah, dan perlengkapan interior juga ikut terdongkrak.

Ke depan, tren renovasi rumah menjelang Lebaran diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kenyamanan hunian. Lebaran tidak lagi sekadar momen berkumpul, tetapi juga menjadi ajang untuk menghadirkan rumah sebagai hunian yang lebih representatif, baik dari segi estetika maupun fungsi.

 

Penulis: Farah Septiawardahni

Sumber:

https://www.msn.com/
https://www.suara.com/

返回博客
©INFRAMAP - KNIGHTFRANK 2026