Posisi Strategis Batam, Pada Tataran Regional di Tengah KEK Johor & Singapura

星期五, 11 九月 2026

KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Johor dan Singapura dirancang untuk meningkatkan kerja sama kedua wilayah, Johor dan Singapura, dengan pembagian peran masing-masing, sehingga dapat menjadi Hub-Spoke dalam meningkatkan produktivitas kedua wilayah.

Pada awal tahun 2025, kerja sama ini diresmikan dan telah dirilis, dilengkapi dengan pembangunan rapid transit system (RTS), yaitu moda transportasi berbasis rel yang akan beroperasi antardaerah untuk meningkatkan konektivitas antara kedua wilayah. Pada akhir tahun, rencananya, fasilitas ini sudah selesai konstruksinya dan dapat segera beroperasi.

Singapura, saat ini dikenal sebagai regional hub yang menjadi salah satu titik regional dengan perputaran modal yang tangguh, diperkuat dengan jejaring global, membutuhkan dukungan sumber daya lahan dan tenaga kerja yang siap untuk memperkuat posisinya.

Sementara itu, Johor, dengan konektivitas ke Singapura yang cukup baik melalui moda transportasi darat, ketersediaan lahan industri, dan biaya operasional yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan Singapura, membuka peluang untuk ekspansi operasional manufaktur, logistik, maupun data center.

Sebelum berlaku kebijakan, hubungan antara keduanya pada dasarnya telah terjalin dengan intens, bahkan penanaman modal dari Singapura berkontribusi sebesar 23% terhadap Malaysia pada tahun 2023.

Namun, memang diperlukan pengelolaan yang lebih terintegrasi di antara kedua wilayah ini, untuk memperlancar mobilitas dan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kondusif. Dengan kebijakan KEK ini, kedua wilayah berharap infrastruktur yang dikembangkan akan menjadikan pergerakan lebih terpadu.

Batam, yang menjadi wilayah yang berada di sekitar KEK Johor-Singapura, merupakan salah satu wilayah industri yang tangguh di Indonesia, yang tidak hanya menjadi gerbang atas pasar potensial Indonesia yang besar, tetapi juga merupakan ekosistem industri manufaktur yang telah matang, sebut saja sektor elektronik, farmasi, FMCG, elektrikal, industri kimia dan berbagai sektor lainnya yang tumbuh dan berkembang di Batam. Ketersediaan energi dan industri berteknologi tinggi, dengan preposition value sebagai wilayah FTZ, menjadikan Batam sebagai another potential node, dengan peran yang diperhitungkan pada rantai pasok regional di Asia Tenggara. 

 

Penulis : Syarifah Syaukat

Sumber:

https://www.knightfrank.com.hk/research/the-johor-singapore-special-economic-zone-2025-12374.aspx

返回博客
©INFRAMAP - KNIGHTFRANK 2026