Fengshui telah lama menjadi salah satu pertimbangan dalam dunia properti, khususnya di negara-negara Asia termasuk Indonesia. Berasal dari filosofi Tiongkok kuno, fengshui bertujuan menciptakan keseimbangan energi (chi) antara manusia dan lingkungannya. Feng Shui sendiri berasal dari bahasa Tiongkok dengan kata “Feng” yang berarti ‘angin’ dan “Shui” yang artinya air, sehingga jika digabungkan berarti “jalan angin dan air”.
Dalam konteks properti, fengshui tidak hanya dipandang sebagai kepercayaan, tetapi juga memiliki pengaruh nyata terhadap nilai, keberuntungan, kesehatan dan kelancaran rezeki. Dalam praktiknya, fengshui dapat memengaruhi nilai properti. Properti yang dinilai memiliki fengshui kurang baik, misalnya berada di tusuk sate, berhadapan langsung dengan jalan besar, atau memiliki tata ruang yang dianggap tidak seimbang, sering kali mengalami penurunan minat pasar. Sebaliknya, properti dengan fengshui baik dapat memiliki nilai tambah yang tercermin pada harga jual maupun tingkat okupansinya.
Arah hadap bangunan, posisi pintu masuk, tata letak ruangan, hingga keberadaan elemen air dan cahaya alami sering kali menjadi pertimbangan penting. Hal ini membuat properti dengan fengshui yang baik cenderung lebih mudah dipasarkan, terutama untuk segmen tertentu seperti hunian kelas menengah ke atas, ruko, perkantoran, dan properti komersial. Bagi sebagian pembeli dan penyewa, fengshui menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan properti.
Pada properti komersial, fengshui sering dikaitkan dengan kelancaran usaha dan arus pelanggan. Posisi arah pintu masuk, penataan ruang kerja, serta sirkulasi pengunjung dipercaya dapat memengaruhi produktivitas karyawan dan performa bisnis. Oleh karena itu, tidak sedikit perusahaan yang melibatkan konsultan fengshui dalam tahap perencanaan maupun renovasi properti mereka. Bagi investor, pemahaman fengshui dapat menjadi strategi tambahan untuk meningkatkan daya saing aset properti di pasar.
Seiring perkembangan zaman, fengshui modern juga diselaraskan dengan prinsip arsitektur dan desain yang logis. Pencahayaan alami, ventilasi yang baik, tata ruang yang efisien, dan lingkungan yang nyaman pada dasarnya sejalan dengan prinsip fengshui. Dengan pendekatan ini, fengshui dapat dipahami sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang yang sehat, harmonis, dan fungsional.
Fengshui memiliki pengaruh yang signifikan dalam dunia properti, baik dari sisi psikologis, pemasaran, maupun nilai investasi. Meskipun bersifat kepercayaan, fengshui telah menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam pengambilan keputusan properti, khususnya di pasar Asia. Dengan memahami dan mengaplikasikan prinsip fengshui secara tepat, pemilik dan investor properti dapat meningkatkan daya tarik, kenyamanan, serta nilai jangka panjang dari aset atau obyek properti yang dimiliki.
Penulis : Miranti Paramita
Sumber :
https://www.kompas.com/
https:// https://www.grahaagungmalang.id/
https://aesia.kemenkeu.go.id/