Ritel adalah salah satu subsektor properti yang menjadi refleksi pasar yang paling dekat dengan keseharian masyarakat. Ritel juga memiliki karakter yang responsif terhadap pertumbuhan ekonomi. Preferensi masyarakat terkait keberadaan ritel dapat dijadikan indikasi terkait dinamika ekonomi dan sosial masyarakat yang berkembang saat ini.
Misalnya saja, saat ini ritel di Jakarta tengah tumbuh dengan konsep open air/outdoor, bahkan beberapa ritel yang tidak memiliki area outdoor melakukan renovasi dengan melakukan transformasi desain dengan memasukan unsur biophilic sehingga berkesan seperti open air atau outdoor retail. Desain yang diwujudkan memberikan ‘rasa’ yang samar antara ruang indoor dan outdoor.
Outdoor is the new indoor adalah pergeseran struktur lansekap ritel, dari format yang konvensional dengan struktur fisik brick-and-mortar, beralih menjadi open air retail format dengan desain yang terbuka dan menawarkan pengalaman baru untuk para pengunjung, tidak sekedar transaksi.
Di Manhattan, pergeseran ritel menjadi outdoor ritel ini didorong pergeseran permintaan dari generasi muda yang membutuhkan tempat untuk olahraga, tren ini menjadi gaya hidup saat ini terkait hidup sehat, yang menjadikan workouts sebagai bagian dari ritual sosial. Pilihan olahraga juga bergerak dari konvensional ke pilihan seperti pickleball, paddle, tennis dan off-course golf. Intinya, pergeseran ini terjadi atas pergeseran permintaan pengunjung yang memiliki preferensi terhadap experience-led retail dengan kegiatan olahraga.
Sementara itu, saat ini ritel dengan open air di Jakarta terdapat sekitar 22%, dengan okupansi yang relatif lebih tinggi dengan ritel pada umumnya, yaitu di atas 80%.
Bahkan, sebelum ini, sekitar 4 tahun lalu, di Jakarta dan sekitarnya berkembang model ritel Alfresco Dining Retail, yaitu ritel dengan model terbuka yang didominasi oleh tenan fnb sebagai anchor. Tidak kurang dari 15 Alfresco dining retail yang tumbuh sejak akhir pandemi hingga saat ini. Berbagai pengembang besar beradaptasi dengan model tersebut, selain turut mengembangkan, juga menambahkan tenant lifestyle yang memperluas segmen pengunjung.
Memang setelah pandemi, preferensi pengunjung lebih ke ritel dengan ruang terbuka, yang memiliki sirkulasi yang lebih baik, memiliki ruang untuk berolahraga, dan berinteraksi sosial. Ataupun ruang yang memberikan pengalaman baru, seperti galeri seni, perpustakaan, taman, dsb.
Outdoor is the new indoor, hadir tidak hanya sebagai bentuk transformasi desain, tapi lebih dari itu tumbuh atas dasar kesadaran pengunjung terkait sirkulasi udara alami, gaya hidup sehat dan communal sense. Namun dibalik itu, kehadiran tren ritel yang didominasi dengan tenant fnb, merefleksikan bahwa konsumen saat ini memiliki dana terbatas dalam membelanjakan uangnya, tetapi tidak demikian untuk belanja fnb.
Bagi negara tropis seperti Indonesia, model ritel ini relatif dapat berkembang cepat, mengingat peralihan musim tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan terhadap performa ritel outdoor. Berbeda halnya dengan negara dengan 4 musim.
Penulis : Syarifah Syaukat
Sumber :
https://kfmap.asia/research/jakarta-retail-market-overview-2h-2025/4818
https://wwd.com/
https://www.brafab.com/