Di tengah akselerasi transformasi digital yang terus melaju, Indonesia semakin mengukuhkan dirinya sebagai destinasi utama investasi AI dan infrastruktur digital di kawasan Asia Tenggara. Gelombang investasi ini tidak hanya mengubah lanskap teknologi nasional, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap pasar properti, termasuk kawasan industri di berbagai wilayah strategis.
Nilai pasar data center Indonesia tercatat mencapai US$3,03 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan tumbuh hingga US$9,43 miliar pada 2030, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 19,61%.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan layanan cloud computing, big data, serta adopsi Artificial Intelligence (AI) di berbagai sektor industri. Per 2025, Indonesia telah memiliki 81 fasilitas data center yang beroperasi, dengan 24 fasilitas tambahan dalam tahap pengembangan atau perencanaan, tersebar di lebih dari 18 kota termasuk Jakarta, Surabaya, dan Batam.
Sektor ini turut menarik komitmen dari raksasa teknologi global. Microsoft mengumumkan investasi senilai US$1,7 miliar pada April 2024, menjadikannya investasi terbesar dalam 29 tahun sejarah perusahaan tersebut di Indonesia.
Berdasarkan data dari Knight Frank Indonesia (2024), kawasan industri di Greater Jakarta mencatat lonjakan signifikan dalam permintaan lahan untuk data center, dengan kontribusinya melebihi 33% dari total transaksi lahan industri. Sementara itu 44% dari total transaksi lahan industri pada semester kedua 2023 dipicu oleh ekspansi fasilitas data center, khususnya dari investor asing.
Biaya konstruksi data center di Indonesia berkisar antara US$8 juta hingga US$9 juta per MW, menjadikannya lebih kompetitif dibandingkan dengan hub regional lain seperti Singapura. Daya saing biaya ini, ditambah dengan posisi Indonesia sebagai pengguna internet terbesar keempat di dunia, memperkuat alasan investasi hyperscale di tanah air.
Namun, pertumbuhan sektor ini tidak lepas dari berbagai tantangan, seperti ketersediaan pasokan listrik, harmonisasi regulasi antardaerah, serta isu kedaulatan data dan keberlanjutan lingkungan hidup menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah diharapkan terus memperkuat kebijakan yang mendukung ekonomi digital nasional, termasuk insentif bagi pengembang yang mengadopsi energi hijau dalam operasional data center.
Secara keseluruhan, momentum investasi AI menjadi peluang untuk terus mendorong pertumbuhan data center di Indonesia. Dengan fondasi pasar digital yang kuat dan dukungan investasi asing yang terus bergerak, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi hub infrastruktur digital di Asia Tenggara di masa depan.
Penulis : Roki Abdillah
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/data-center-salah-satu-primadona-kawasan-industri-di-indonesia/3948
https://www.nextmsc.com/
https://finance.yahoo.com/
https://news.microsoft.com/
https://www.antaranews.com/