Intensifikasi Guna Lahan: Strategi Pengembang Properti di Tengah Kelangkaan Lahan

星期五, 9 一月 2026

Urbanisasi telah menjadi persoalan utama yang dihadapi beberapa kota di Indonesia, terutama di Ibu Kota Jakarta. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat bahwa lebih dari 85% lahan di Jakarta digunakan untuk kawasan permukiman. Hal ini mengindikasikan lahan yang semakin langka di wilayah perkotaan, sehingga membutuhkan strategi pengembangan yang tepat.

Peningkatan harga lahan merupakan salah satu indikasi kelangkaan lahan yang dapat dirasakan, baik oleh pengembang maupun masyarakat. Kenaikan harga ini membuat pengembang properti tidak bisa lagi memperluas area pengembangannya dengan mudah. Di sisi lain, sebagian kalangan masyarakat juga terancam tidak bisa memiliki hunian layak dengan harga properti yang tinggi ini. 

Di tengah tantangan ini, strategi pengembangan properti yang berpeluang adalah intensifikasi guna lahan. Salah satu upaya intensifikasi adalah pembangunan secara vertikal, agar luasan lahan yang sama bisa digunakan secara lebih optimal. Selain karena kebutuhan, pembangunan secara vertikal ternyata mendapatkan permintaan yang meningkat. Maka dari itu, strategi ini banyak diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia, baik oleh pemerintah maupun pengembang swasta.

DKI Jakarta juga telah lama melaksanakan strategi pembangunan vertikal, salah satunya melalui penyediaan hunian rumah susun. Awal tahun 2026 ini, pemerintah setempat menargetkan pembangunan 5 tower baru di Rusun Marunda, Jakarta Utara. Selain pihak pemerintah, berbagai pengembang swasta juga banyak fokus di pembangunan apartemen. Hal ini mencerminkan strategi intensifikasi guna lahan di wilayah perkotaan.

Selain pembangunan vertikal, intensifikasi guna lahan juga sering dikaitkan dengan mixed-use development. Konsep ini menggabungkan fungsi hunian, perkantoran, serta komersial pada satu kawasan yang terintegrasi juga dengan simpul transportasi. Beberapa kawasan mixed-use yang terkenal di Jakarta antara lain District 8 Senopati, Plaza Indonesia, Gandaria City, dan Plaza Indonesia.

Pada akhirnya, kelangkaan lahan di kawasan perkotaan merupakan persoalan yang tidak dapat dihindari. Dengan demikian, baik pemerintah maupun pengembang properti harus mencari strategi untuk beradaptasi dengan kondisi ini. Diharapkan pendekatan intensifikasi guna lahan ini dapat menjadi strategi untuk pengembangan properti yang berkelanjutan dan tanggap terhadap isu kelangkaan lahan.

 

Penulis : Grace Olivia

Sumber :

https://kfmap.asia/blog/keterbatasan-lahan-mendorong-pemerintah-kembangkan-hunian-vertikal-di-jakarta/4462

https://scip.bappenas.go.id/

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/

https://properti.kompas.com/

https://news.detik.com/

https://ekonomi.bisnis.com/

返回博客
©INFRAMAP - KNIGHTFRANK 2026