Subsektor industri dalam properti menjadi salah satu yang terkuat jika dilihat dari serapan lahan dan daya ekspansinya yang terus-menerus, setidaknya hal itu yang terlihat dalam performa kawasan industri di Greater Jakarta.
Untuk kebutuhan analisis awal, seluruh submarket yang ada di Greater Jakarta dapat dikerucutkan menjadi beberapa bagian utama, di antaranya : Koridor Timur, Koridor Barat, Jakarta, dan area perluasan di Koridor Timur, seperti Subang.
Seperti yang disampaikan dalam Press Conference Jakarta Property Highlight 2H25 oleh Knight Frank Indonesia, pada akhir Februari lalu, disebutkan bahwa serapan lahan di semester kedua tahun 2025 mencapai sekitar 192 hektar.
Masih dari sumber yang sama, diketahui bahwa potential occupier datang dari sektor konstruksi, manufaktur dan FMCG. Konstruksi yang dimaksud hampir seluruhnya terserap di submarket Serang-Cilegon. Sementara itu, untuk sektor manufaktur cukup merata tersebar di beberapa submarket, yaitu Serang-Cilegon, Bekasi dan Purwakarta. Hampir serupa dengan sektor manufaktur, serapan lahan pada sektor FMCG tersebar di Serang-Cilegon dan Purwakarta.
Pada paruh kedua tahun 2025 memang terlihat perbedaan dari tahun sebelumnya. Hal ini karena wilayah serapan tertinggi tidak jatuh pada area di koridor Timur, tetapi pada submarket Serang-Cilegon di koridor Barat. Meski pada posisi kedua dan berikutnya masih dibayangi oleh submarket Bekasi dan Purwakarta.
Saat ini, antara koridor barat dan koridor timur di Greater Jakarta dipahami telah memiliki spesialisasi masing-masing, seperti koridor barat yang dikenal dengan spesialisasi industri petrokimia, baja, material konstruksi, dan juga industri berat. Sementara itu, koridor Timur dikenal dengan spesialisasi industri otomotif, elektronik, tekstil, FMCG, data center, dan saat ini electric vehicle juga berkembang di koridor Timur, terus meluas sampai area Subang.
Spesialisasi industri ini membentuk ekosistem produksi dengan berbagai supporting system yang mengelilinginya. Kondisi ini menjadi kekuatan karena ekosistem ini telah berpengalaman dalam mengelola industri tersebut, termasuk dalam bekerja sama dengan unsur-unsur pendukungnya, dan mengantisipasi risiko dalam operasionalnya.
Kekuatan ekosistem ini menjadi refleksi performa dari wilayah aglomerasi, yang akan menjadi pertimbangan untuk investor, baik lokal, regional maupun global. Seperti halnya, koridor Timur dengan spesialisasi otomotif yang telah tumbuh sejak tahun 1980-an, dan menjadi daya tarik bagi investor otomotif untuk menempatkan industrinya di area tersebut, untuk memudahkan sekaligus mempercepat proses operasional.
Penulis : Syarifah Syaukat
Sumber :
https://kfmap.asia/research/rilis-pers-jakarta-property-highlight-1h-2025-industrial/4317
https://kfmap.asia/research/asia-pacific-logistics-highlights-h2-2025/4700