Perkembangan gaya hidup masyarakat urban ikut mendorong transformasi sektor properti residensial. Pertumbuhan populasi, urbanisasi, hingga menurunnya ketersediaan lahan perumahan di perkotaan juga membentuk kebutuhan akan hunian yang praktis dan terjangkau. Tren co-living berkembang menjadi salah satu solusi yang menawarkan berbagai keuntungan.
Co-living dapat diartikan sebagai konsep hunian sewa yang dirancang secara khusus, yang terdiri dari unit-unit kamar tidur individu dilengkapi dengan ruang fasilitas bersama. Konsep co-living menawarkan biaya sewa yang lebih terjangkau mengingat fasilitas seperti area co-working, dapur, hingga lounge merupakan fasilitas yang digunakan bersama. Meski demikian, penghuni tetap mendapatkan privasi melalui unit individunya.
Selain biaya sewa yang relatif lebih terjangkau, co-living menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan indekos konvensional, salah satunya fleksibilitas kontrak dengan pilihan durasi harian, mingguan, hingga bulanan. Selain itu, keberadaan ruang komunal juga mendorong interaksi antar penghuni. Hal yang paling menonjol dari co-living adalah aspek aksesibilitas, yang pengembangannya umumnya berlokasi dekat kawasan TOD sehingga mudah dijangkau oleh transportasi publik.
Dengan berbagai keuntungan tersebut, tidak heran jika banyak profesional muda, mahasiswa, hingga freelancer yang tinggal di hunian berkonsep co-living ini.
Dari sisi pasar dan investor, konsep co-living di Indonesia bisa dibilang patut dilirik, mengingat area perkotaan terus tumbuh dan generasi Z sudah mulai mendominasi segmen usia produktif. Kawasan perkotaan seperti Metropolitan Jakarta, Bandung Raya, Surabaya, dan area urban lainnya bisa menjadi lokasi prima untuk pengembangan properti co-living.
Saat ini, sudah ada beberapa perusahaan di Indonesia yang sukses mengembangkan bisnis co-living dari startup, seperti Rukita dan Cove. Mengikuti tren, berbagai pengembang properti ternama di Indonesia juga ikut mempertimbangkan konsep ini sebagai strategi bisnisnya.
Pada akhirnya, selain menawarkan berbagai keuntungan bagi penghuni, co-living juga memiliki prospek yang bisa dibilang cukup menjanjikan bagi investor maupun pengembang properti. Konsep hunian co-living bukan hanya strategi bisnis jangka pendek saja, melainkan sebuah pengembangan properti residensial yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan gaya hidup masyarakat.
Penulis : Grace Olivia
Sumber :
https://kfmap.asia/blog/trend-co-living-yang-semakin-meningkat/3325
https://kfmap.asia/blog/apakah-co-living-bisa-menjadi-opsi-hunian-bagi-generasi-muda/3334
https://aesia.kemenkeu.go.id/
https://klasika.kompas.id/