Berkaca dari Model Kolaborasi : Mal sebagai Destinasi Gaya Hidup Lintas Negara

星期五, 13 三月 2026

Kolaborasi terbaru antara Singapore Tourism Board dan Pakuwon Group (PG) menghadirkan keuntungan tambahan bagi pemegang kartu membership mal PG (PG Card), seperti promosi belanja di Singapura hingga akses ke atraksi wisata dan gaya hidup lainnya. Mengingat wisatawan Indonesia masih menjadi salah satu pasar utama bagi pariwisata Singapura, kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan arus wisatawan, khususnya untuk kegiatan berbelanja di Singapura.

Berita tersebut menjadi bagian dari gelombang inovasi industri ritel yang menyadari bahwa mal modern harus mampu menjawab perubahan perilaku konsumen yang kini mencari pengalaman interaksi, hiburan, dan komunitas, bukan hanya transaksi jual beli barang.

Mal masa kini dituntut untuk tidak hanya menjadi pusat ritel, tetapi juga tempat gaya hidup yang mengakomodasi beragam aktivitas. Data global menunjukkan bahwa mal mengalami perubahan dinamika kunjungan. Di Amerika Serikat, misalnya, mal dengan elemen pengalaman atau experience-led retail seperti hiburan dan aktivitas sosial mencatat kunjungan 15–20% lebih tinggi dibandingkan mal yang fokus hanya pada belanja produk/komoditas tertentu.

Perubahan ini berkaitan erat dengan perilaku generasi milenial dan Gen Z dan milenial yang kini menjadi bagian besar dari komposisi pengunjung mal. Press Conference Jakarta Property Highlights 2H 2025 yang dilakukan Knight Frank Indonesia baru-baru ini menyatakan bahwa Gen Z memiliki sense of community yang mampu mendorong permintaan terhadap mal sebagai tempat berkumpul dan melakukan aktivitas berkelompok. Sementara para pekerja dari generasi milenial cenderung melihat mal sebagai sarana healing yang terjangkau sebagai alternatif escape tanpa perlu ke luar kota. 

Strategi experience economy ini sejalan dengan peluang yang diterapkan oleh Pakuwon Group melalui PG Card, yang kini tidak hanya mengaitkan loyalitas dengan belanja diskon, tetapi juga dengan akses ke pengalaman berbeda di luar negeri, sebuah langkah yang memperluas fungsi mal menjadi ekosistem gaya hidup lintas negara.

Transformasi ini penting di tengah tren e‑commerce yang terus tumbuh. Hal ini menunjukkan bahwa mal yang hanya mengandalkan ruangnya sebagai tempat jual beli akan semakin tertekan oleh opsi digital, sementara mal yang mampu beradaptasi dan menawarkan pengalaman sosial, kuliner, hiburan, komunitas, dan integrasi gaya hidup lebih mungkin bertahan dan terus berkembang.

Penulis: Nareswari Dahayu

Sumber:

https://kfmap.asia/blog/pim-5-jawaban-dari-tren-experience-led-retail-di-indonesia/4762

https://travel.kompas.com/

https://www.kompas.com/

https://wifitalents.com/

返回博客
©INFRAMAP - KNIGHTFRANK 2026