Menakar Ketertarikan Warga Asing terhadap Properti di Arab Saudi

星期五, 23 十月 2026

Seiring dengan diberlakukannya regulasi baru mengenai kepemilikan properti oleh Warga Negara Asing (WNA) pada tahun ini di Arab Saudi, berbagai kampanye mulai dilakukan sekaligus menjelaskan zona-zona tertentu untuk kepemilikan properti asing, termasuk bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Kebijakan ini menandai perkembangan baru dalam pasar properti Arab Saudi, yang selama ini hanya dikenal sebagai wisata religi, seperti ibadah haji dan umrah.

Sebelumnya, pasar properti residensial Arab Saudi berfokus pada ambisi pemerintah untuk meningkatkan kepemilikan rumah (homeownership) hingga 70%, guna menurunkan angka backlog. Upaya ini didukung oleh berbagai program prioritas, termasuk Vision 2030 yang tidak hanya bertujuan meningkatkan homeownership, tetapi juga memperluas akses hunian dan mendorong pertumbuhan sektor real estate sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi nasional.

Dalam publikasi “Destination Saudi 2026” yang dirilis oleh Knight Frank Saudi Arabia (KFSA), pasar residensial Arab Saudi tercatat mencapai puncaknya pada 2014, sebelum tren menunjukkan penurunan pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun ini. Meski begitu, pasar sempat mengalami pemulihan pada 2024, didorong oleh penyaluran kredit hipotek.

Sementara itu, pada tahun 2025, pasar kembali mengalami perlambatan yang signifikan. KFSA menilai bahwa masalah keterjangkauan harga rumah menjadi salah satu faktor utama yang menekan aktivitas pasar. Salah satu kota di Arab Saudi, Riyadh, mencatat penurunan aktivitas penjualan residensial paling tajam, lebih dari 50%.

Seiring dengan reformasi regulasi kepemilikan properti di Arab Saudi, pasar residensial kini turut membuka peluang investasi bagi WNA. Dalam publikasi yang sama, Knight Frank Saudi Arabia bersama YouGov melakukan survei terhadap ekspatriat di Arab Saudi dan UEA serta calon pembeli internasional.

Hasil survei menunjukkan bahwa 63% responden tertarik membeli properti di Arab Saudi, dengan 25% berencana membeli pada tahun survei. Sementara itu, minat di kalangan calon pembeli internasional mencapai 48%. Ketertarikan ini didorong oleh Vision 2030, kedekatan dengan situs suci, potensi pendapatan sewa (buy-to-let), serta kebutuhan akan holiday home atau second home.

Dari survei tersebut, tidak terdapat responden asal Indonesia. Lantas, faktor apa yang berpotensi mendorong minat WNI untuk membeli properti di Arab Saudi?

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, mencapai sekitar 251 juta jiwa atau 87% dari total populasi. Pada tahun 2026, Indonesia memperoleh kuota haji sekitar 221 ribu jemaah, menjadikannya salah satu negara dengan kuota terbesar di dunia. Hal ini mencerminkan bahwa minat WNI beragama Islam untuk mengunjungi Tanah Suci sangat tinggi.

Selain haji, ibadah umrah yang dapat dilakukan sepanjang tahun turut mendorong kunjungan berulang masyarakat Indonesia ke Arab Saudi. Pada tahun 2025, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah jemaah umrah terbesar kedua di dunia. Sebelumnya, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai sekitar 1,4 juta orang pada 2024.

Dapat disimpulkan bahwa frekuensi kunjungan tersebut berpotensi mendorong minat kepemilikan properti sebagai second home, terutama bagi WNI yang ingin memiliki hunian dekat Masjidil Haram sebagai akomodasi selama berada di Tanah Suci.

Meski menyasar segmen yang niche karena harga yang relatif tinggi, potensi pasar di Indonesia diprediksi tinggi. Berdasarkan The Wealth Report 2026 oleh Knight Frank, Indonesia memiliki lebih dari 3.000 individu dengan kekayaan sangat tinggi yang diproyeksikan tumbuh 82% hingga 2030. Segmen ini berpotensi menjadi target pembeli properti di Arab Saudi, terutama yang rutin mengunjungi Tanah Suci.

Salah satu proyek properti yang menawarkan hunian dekat Tanah Suci adalah Dyar Al Haram di kawasan Masar, Makkah. Kawasan mixed-use seluas 1,2 juta m² ini mengusung konsep TOD, berjarak sekitar 100 meter dari Stasiun Al Haramain, serta mengintegrasikan hunian dengan berbagai fasilitas, seperti ritel, perkantoran, hotel, rumah sakit, dan fasilitas pendukung lainnya.

Project ini dikembangkan oleh Arabian Dyar, Dyar Al Haram sendiri terdiri atas 13 menara dengan fungsi utama residensial. Saat ini, penjualan berfokus pada Tower 3, dengan estimasi penyelesaian pada tahun 2029. Untuk informasi lebih lanjut mengenai properti Dyar Al Haram, silakan menghubungi kami melalui tautan berikut: https://kfmap.asia/services/general-agency. 

 

Penulis : Jovan Rafkhansa

Sumber : 

https://www.knightfrank.com.sa/en/research/reports/destination-saudi

https://kfmap.asia/research/the-wealth-report-2026/4895

https://worldpopulationreview.com/

https://www.cnbcindonesia.com/

https://www.vision2030.gov.sa/

https://haji.kemenag.go.id/

https://tangsel.inews.id/

https://vision2030.ai/

https://amphuri.org/

返回博客
© 2026 PT Willson Properti Advisindo. KFMap.